Definisi
Three-way matching adalah kontrol utang usaha di mana perusahaan membandingkan purchase order, dokumen penerimaan barang, dan invoice pemasok sebelum membayar. Jumlah, harga, dan syarat pada ketiganya harus sama. Jika tidak cocok, invoice ditahan sampai selisihnya diselesaikan, sehingga perusahaan terlindung dari tagihan berlebih dan pembayaran atas barang yang belum diterima.
Disebut juga: Three-way match, Pencocokan tiga arah, 3-way match, Two-way matching
Buat faktur pertama Anda dalam hitungan menit.
Gratis untuk memulai, tanpa kartu kredit.
Buat faktur gratis →Three-way matching dalam praktik
Perusahaan besar di Indonesia biasanya menjalankan pencocokan ini di sistem ERP, dengan dokumen penerimaan berupa goods receipt, surat jalan yang ditandatangani, atau berita acara serah terima (BAST) untuk jasa. Jika invoice tidak mencantumkan nomor PO, memakai harga atau satuan yang berbeda, atau menagih lebih banyak dari yang diterima gudang, invoice akan ditahan, sering tanpa pemberitahuan.
Agar cepat dibayar, salin nomor PO, deskripsi barang, satuan, dan harga persis seperti di PO, dan tagih hanya yang sudah dikirim. Bagi PKP, pastikan DPP dan PPN di faktur pajak sama dengan invoice. Jika pesanan berubah, minta klien merevisi PO sebelum Anda menagih.
Two-way matching hanya membandingkan PO dan invoice, dan umum dipakai untuk jasa yang tidak memiliki penerimaan fisik.
Contoh
Sebuah PO memesan 100 karton dengan harga Rp120.000 per karton. Gudang klien di Jakarta menerima 96 karton, tetapi pemasok menagih 100. Pencocokan gagal, dan klien baru membayar 96 karton setelah pemasok menerbitkan invoice yang sudah dikoreksi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mengapa invoice saya tertahan di proses persetujuan klien?
Sering karena tidak cocok dengan PO atau dokumen penerimaan. Periksa nomor PO, jumlah, harga satuan, dan pajak terhadap PO, lalu tanyakan kepada bagian utang usaha klien bagian mana yang tidak cocok.
Apakah invoice jasa juga melalui three-way matching?
Biasanya hanya two-way matching terhadap PO, sering ditambah persetujuan manajer atau berita acara serah terima pekerjaan (BAST) sebagai pengganti dokumen penerimaan barang.
Istilah terkait
- Purchase order (PO) Purchase order (PO) adalah dokumen resmi yang dikirim pembeli kepada pemasok untuk memesan barang atau jasa dengan harga, jumlah, dan jadwal pengiriman yang disepakati.
- Nomor PO Nomor PO adalah kode unik pada purchase order yang diterbitkan pembeli sebelum transaksi.
- Packing list Packing list adalah dokumen yang menyertai kiriman dan mencantumkan barang serta jumlah di dalam setiap kemasan.
- Utang usaha Utang usaha adalah jumlah yang wajib dibayar bisnis kepada pemasok atas barang atau jasa yang sudah diterima tetapi belum dilunasi.
- Persetujuan faktur Persetujuan faktur adalah proses yang dijalankan pembeli untuk memeriksa dan mengesahkan faktur pemasok sebelum dijadwalkan untuk dibayar.
- Surat jalan Surat jalan adalah dokumen yang menyertai pengiriman barang dan mencantumkan jenis serta jumlah barang yang dikirim.
- DPP (Dasar Pengenaan Pajak) DPP (Dasar Pengenaan Pajak) adalah nilai dasar untuk menghitung pajak terutang, misalnya harga jual, penggantian, nilai impor, nilai ekspor, atau nilai lain.
Halaman ini hanya berisi informasi umum dan bukan nasihat hukum, pajak, atau keuangan. Aturan dapat berubah dan berbeda di setiap tempat, jadi konsultasikan situasi Anda dengan pengacara atau akuntan yang berkualifikasi.