Definisi
Kontrak lump sum adalah kontrak yang menetapkan satu harga total untuk lingkup pekerjaan yang jelas, berapa pun jam kerja atau material yang dibutuhkan. Klien mendapat kepastian biaya, sedangkan penyedia menanggung risiko pembengkakan biaya. Skema ini umum untuk pembuatan situs web, proyek desain, dan pekerjaan konstruksi dengan gambar yang lengkap.
Disebut juga: Fixed-price contract, Kontrak harga tetap, Kontrak lumsum, Harga borongan, Fixed fee
Buat faktur pertama Anda dalam hitungan menit.
Gratis untuk memulai, tanpa kartu kredit.
Buat faktur gratis →Kontrak lump sum dalam praktik
Lingkup pekerjaan adalah kunci agar harga tetap bisa dijalankan. Daftarkan hasil kerja, jumlah revisi, apa yang harus disediakan klien, dan apa yang dikecualikan. Pekerjaan di luar lingkup ditagih melalui change order.
Proyek lump sum biasanya ditagih bertahap, seperti uang muka (DP) saat tanda tangan, termin per tahapan, dan pelunasan saat selesai, agar penyedia tidak membiayai seluruh proyek sendiri. Dalam pengadaan pemerintah, Perpres 16/2018 menyebutnya kontrak lumsum: semua risiko ditanggung penyedia dan pembayaran didasarkan pada tahapan keluaran.
Tetap catat jam kerja Anda. Membandingkan waktu dengan biaya proyek menunjukkan tarif per jam efektif Anda dan memperbaiki penawaran berikutnya.
Contoh
Desainer di Bandung menyepakati harga tetap Rp24.000.000 untuk identitas merek: DP 40 persen saat tanda tangan, 30 persen saat konsep disetujui, dan 30 persen saat file final diserahkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana jika proyek lump sum memakan waktu lebih lama?
Jika lingkupnya tidak berubah, penyedia biasanya menanggung waktu tambahan itu. Jika klien menambah atau mengubah pekerjaan, catat dalam change order dan tagih secara terpisah.
Perlukah faktur lump sum menampilkan jam kerja?
Biasanya tidak. Tampilkan nama proyek atau tahapan dan biaya yang disepakati. Mencantumkan jam bisa membuat klien mempertanyakan harga yang sebenarnya disepakati untuk hasil, bukan untuk waktu.
Istilah terkait
- Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan adalah uraian tertulis tentang apa yang termasuk dalam sebuah proyek, meliputi hasil kerja, tugas, jadwal, asumsi, dan hal yang dikecualikan.
- Change order Change order adalah kesepakatan tertulis untuk mengubah lingkup pekerjaan semula, termasuk dampaknya terhadap harga dan jadwal, yang disetujui klien sebelum pekerjaan tambahan dimulai.
- Pembayaran termin Pembayaran termin adalah pembayaran yang jatuh tempo ketika satu tahap proyek yang telah ditentukan selesai, misalnya persetujuan desain, pengiriman prototipe, atau peluncuran.
- Time and materials Time and materials (T&M) adalah skema harga ketika klien membayar jam kerja aktual dengan tarif yang disepakati ditambah biaya material aktual, sering kali dengan markup.
- Uang muka (DP) Uang muka atau DP (down payment) adalah pembayaran sebagian yang dilakukan sebelum pekerjaan dimulai atau barang dikirim, sering kali 30 sampai 50 persen dari total nilai.
- Tagihan termin Tagihan termin adalah faktur yang menagih sebagian nilai proyek besar sesuai kemajuan pekerjaan, bukan satu tagihan di akhir proyek.
Halaman ini hanya berisi informasi umum dan bukan nasihat hukum, pajak, atau keuangan. Aturan dapat berubah dan berbeda di setiap tempat, jadi konsultasikan situasi Anda dengan pengacara atau akuntan yang berkualifikasi.