Definisi
Tagihan termin adalah faktur yang menagih sebagian nilai proyek besar sesuai kemajuan pekerjaan, bukan satu tagihan di akhir proyek. Setiap termin mencakup tahap atau persentase penyelesaian tertentu dan menunjukkan jumlah yang sudah ditagih sejauh ini, sehingga klien dan kontraktor bisa membandingkan nilai kontrak dengan pembayaran.
Disebut juga: Progress invoice, Progress billing, Faktur termin, Tagihan progres
Buat faktur pertama Anda dalam hitungan menit.
Gratis untuk memulai, tanpa kartu kredit.
Buat faktur gratis →Tagihan termin dalam praktik
Penagihan per termin adalah praktik standar di proyek konstruksi, desain, dan pengembangan perangkat lunak. Kontraktor mendapat arus kas yang lebih merata, sementara klien tidak menanggung satu tagihan besar di akhir.
Di Indonesia, tagihan termin konstruksi biasanya didukung berita acara kemajuan pekerjaan atau hasil opname yang ditandatangani pengawas atau pemilik proyek. Kontrak juga sering mengatur retensi, yaitu sebagian nilai yang ditahan sampai masa pemeliharaan selesai.
Tagihan termin yang baik mencantumkan nilai kontrak, persentase atau tahap yang ditagih, jumlah yang sudah ditagih sebelumnya, dan sisa nilai kontrak. Bila Anda PKP, Faktur Pajak dibuat saat pembayaran termin diterima.
Contoh
Untuk renovasi dapur senilai Rp150.000.000 di Medan, kontraktor menagih 30 persen setelah pembongkaran, 40 persen setelah kabinet terpasang, dan 30 persen setelah serah terima, masing-masing dengan tagihan termin tersendiri.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya tagihan termin dan faktur uang muka?
Faktur uang muka diterbitkan sebelum pekerjaan dimulai untuk mengamankan proyek. Tagihan termin diterbitkan selama proyek berjalan saat tahap tertentu tercapai. Keduanya diperhitungkan terhadap nilai total kontrak pada faktur pelunasan.
Dokumen apa yang biasanya dilampirkan pada tagihan termin?
Umumnya berita acara kemajuan pekerjaan atau opname, foto progres, salinan kontrak atau surat perintah kerja (SPK), dan Faktur Pajak bila Anda PKP. Proyek pemerintah dan BUMN sering punya daftar lampiran baku, jadi tanyakan sejak awal.
Istilah terkait
- Pembayaran termin Pembayaran termin adalah pembayaran yang jatuh tempo ketika satu tahap proyek yang telah ditentukan selesai, misalnya persetujuan desain, pengiriman prototipe, atau peluncuran.
- Uang muka (DP) Uang muka atau DP (down payment) adalah pembayaran sebagian yang dilakukan sebelum pekerjaan dimulai atau barang dikirim, sering kali 30 sampai 50 persen dari total nilai.
- Faktur pelunasan Faktur pelunasan adalah faktur terakhir pada sebuah proyek yang dikirim setelah seluruh pekerjaan selesai.
- Retensi Retensi adalah sebagian dari setiap pembayaran termin yang ditahan pemberi kerja sampai pekerjaan selesai dan masa pemeliharaan berakhir, sebagai jaminan atas cacat dan penyelesaian pekerjaan.
- Pembayaran cicilan Pembayaran cicilan adalah salah satu dari serangkaian pembayaran terjadwal yang bersama-sama melunasi satu faktur atau pembelian.
- Faktur Pajak Faktur Pajak adalah bukti pungutan PPN yang wajib dibuat Pengusaha Kena Pajak (PKP) setiap kali menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.
Halaman ini hanya berisi informasi umum dan bukan nasihat hukum, pajak, atau keuangan. Aturan dapat berubah dan berbeda di setiap tempat, jadi konsultasikan situasi Anda dengan pengacara atau akuntan yang berkualifikasi.